Pengertian Google Classroom, Sejarah beserta Fiturnya

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Google Classroom adalah platform gratis berbasis web yang dibuat untuk mempermudah kegiatan pembelajaran pendidik dan murid.

Melansir Google for Education, Classroom memungkinkan para guru untuk mengatur dan menilai progres murid-muridnya sambil tetap terhubung dari mana pun juga.

Karena berbasis web, platform ini secara otomatis sudah terintegrasi dengan layanan Google Suite for Education lainnya seperti Gmail, Google Docs, dan Google Calendar.

Para murid bisa menerima dan mengumpulkan tugas langsung di Classroom, begitu juga para guru. Layanan ini dapat sangat mengurangi penggunaan kertas dan mempermudah proses pembelajaran, apalagi jika dilakukan secara jarak jauh.

Google Classroom adalah layanan web gratis, yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah, yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas tanpa harus bertatap muka. Tujuan utama Google Kelas adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa.

Google Kelas menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, dan Google Kalender untuk penjadwalan. Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan tugas untuk dinilai oleh guru. Aplikasi seluler, tersedia untuk perangkat iOS dan Android, memungkinkan pengguna mengambil foto dan melampirkan penugasan, berbagi berkas dari aplikasi lain, dan mengakses informasi secara luar jaringan. Guru dapat memantau kemajuan untuk setiap siswa, dan setelah dinilai, guru dapat kembali bekerja bersama melalui komentar.

Sejarah

Google Kelas diumumkan pada 6 Mei 2014, dengan pratinjau tersedia untuk beberapa anggota program Google G Suite for Education. Ini dirilis secara publik pada 12 Agustus 2014. Pada 2015 Google mengumumkan API Kelas dan tombol berbagi untuk situs web, yang memungkinkan administrator sekolah dan pengembang untuk lebih terlibat dengan Google Kelas. Juga di 2015, Google mengintegrasikan Google Kalender ke dalam Kelas untuk penugasan tenggat waktu, kunjungan lapangan, dan pembicara kelas. Pada tahun 2017, Google membuka Kelas untuk memungkinkan pengguna Google pribadi untuk bergabung dengan kelas tanpa persyaratan memiliki akun Google Apps for Education, dan pada bulan April tahun yang sama, menjadi mungkin bagi setiap pengguna Google pribadi untuk membuat dan mengajar kelas.

Pada tahun 2018, Google mengumumkan penyegaran ruang kelas, menambahkan bagian pekerjaan kelas, meningkatkan antarmuka penilaian, memungkinkan penggunaan kembali pekerjaan kelas dari kelas lain, dan menambahkan fitur bagi guru untuk mengatur konten berdasarkan topik.

Pada tahun 2019, Google memperkenalkan 78 tema bergambar baru dan opsi untuk menarik dan melepaskan topik dan tugas di bagian pekerjaan kelas.

Fitur

Google Kelas mengikat Google Drive, Google Docs, Sheets dan Slides, dan Gmail bersama-sama untuk membantu lembaga pendidikan beralih ke sistem tanpa kertas. Google Kalender kemudian diintegrasikan untuk membantu menentukan tanggal jatuh tempo, kunjungan lapangan, dan pembicara kelas. Siswa dapat diundang ke ruang kelas melalui database institusi, melalui kode pribadi yang kemudian dapat ditambahkan di antarmuka pengguna siswa atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas yang dibuat dengan Google Kelas membuat folder terpisah di Google Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh seorang guru. 

Penugasan

Penugasan disimpan dan dinilai pada rangkaian aplikasi produktivitas Google yang memungkinkan kolaborasi antara guru dan siswa atau siswa dengan siswa. Alih-alih berbagi dokumen yang berada di Google Drive siswa dengan guru, file di-host di Drive siswa dan kemudian dikirim untuk dinilai. Guru dapat memilih file yang kemudian dapat diperlakukan sebagai templat sehingga setiap siswa dapat mengedit salinan mereka sendiri dan kemudian kembali untuk nilai alih-alih membiarkan semua siswa melihat, menyalin, atau mengedit dokumen yang sama. Siswa juga dapat memilih untuk melampirkan dokumen tambahan dari Drive mereka ke tugas.

Penilaian

Google Kelas mendukung banyak skema penilaian yang berbeda. Guru memiliki opsi untuk melampirkan file ke tugas yang dapat dilihat siswa, diedit, atau mendapatkan salinan individu. Siswa dapat membuat file dan kemudian melampirkannya ke tugas jika salinan file tidak dibuat oleh guru. Guru memiliki opsi untuk memantau kemajuan setiap siswa pada tugas di mana mereka dapat membuat komentar dan mengedit. Tugas yang diubah dapat dinilai oleh guru dan dikembalikan dengan komentar untuk memungkinkan siswa merevisi tugas dan dikembalikan. Setelah dinilai, tugas hanya dapat diedit oleh guru kecuali guru mengembalikan tugas.

 

Keunggulan Google Classroom

Google Classroom Jadi Aplikasi Terpopuler Sejak Pandemi Covid-19 - SIMOMOT

© commonsensemedia.org

Dari penjelasan mengenai apa itu Google Classroom dan fitur yang ada di dalamnya, pasti kamu sudah bisa melihat apa saja keunggulan layanan ini.

Meskipun begitu, Glints akan tetap membuat daftar keunggulannya agar kamu semakin paham dan tertarik.

Guru bisa melakukan beberapa tugas dari satu tempat

Seperti yang sudah disebutkan berkali-kali di atas, guru dan pihak administrasi bisa melakukan hampir semua tugasnya langsung dari sini.

Mereka bisa memberikan tugas, menyiapkan materi pembelajaran, memberikan penilaian, menghubungi pihak orang tua, langsung dari Google Classroom.

Butuh menambah materi di tengah-tengah kelas? Tenang saja, karena kamu tinggal mengambil dokumen yang sudah tersimpan di Google Drive atau materi apa pun yang ada di internet.

Sangat memudahkan, bukan?

Komunikasi dan kerja sama lancar

Keunggulan lain dari Google Classroom adalah komunikasi dan kerja sama jadi lebih lancar, dari mana pun peserta kelas berada.

Bisa saja kamu mengajar murid yang ada di Indonesia, sedangkan dirimu berada di Eropa, misalnya.

Karena berbasis web, semua komunikasi dapat dilakukan secara real-time seperti kalau ada di kelas biasa.

Guru dapat memulai kelas, memberikan tugas yang bisa dikerjakan bersama-sama, dan murid bisa melakukan diskusi untuk mengerjakannya.

Jadi, kalau tiba-tiba ada yang merasa kesulitan dan butuh bantuan, mereka hanya perlu menanyakan langsung di diskusi saja.

Tak hanya dengan murid saja, komunikasi dengan orang tua juga jadi lebih mudah karena mereka akan mendapat laporan secara rutin.

Dokumen tersimpan dengan rapi dan aman

Keunggulan utama lainnya dari Google Classroom adalah semua dokumen tersimpan dengan aman dan terintegrasi dengan produk Google lainnya.

Jadi, baik guru maupun murid tak perlu lagi repot-repot memilah dari tumpukan kertas yang berantakan untuk mencari apa pun itu.

Guru bisa menyimpan bahan ajar di satu folder, sama halnya dengan murid yang bisa menyimpan semua tugas dan ujian di folder mereka sendiri.

Tak hanya itu, karena Google Classroom terintegrasi dengan Google Suite for Education, hal ini berarti tidak ada iklan yang akan lewat di dalamnya.

Maka dari itu, tak perlu takut ada data yang digunakan untuk kebutuhan iklan dan lain-lain.

Itu dia penjelasan seputar apa itu Google Classroom, fitur yang tersedia, dan juga keunggulannya.

Intinya, Google Classroom adalah layanan yang mempermudah semua pihak, mulai dari guru sampai orang tua murid.

Semoga setelah membaca artikel ini kamu jadi tertarik untuk menggunakan layanan ini, ya.

Kalau sudah tertarik, kamu bisa langsung men-download aplikasi Google Classroom di Google Play Store untuk gadget Android, App Store untuk iOS, dan juga untuk PC.

 

 

 

You May Also Like