Logo Kabupaten Aceh Tengah dan Biografi Lengkap

Logo Kabupaten Aceh Tengah

 

Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Ibukotanya adalah Takengon, kota kecil berhawa sejuk yang terletak di salah satu bagian punggung Pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang pulau Sumatra. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.318,39 km² dan dihuni oleh penduduk sebanyak 218.944 jiwa.

 

Geografi Kabupaten Aceh Selatan

 

Kabupaten Aceh Tengah terletak di wilayah Dataran Tinggi Gayo. Kabupaten lain di wilayah ini adalah Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya adalah Takengon, Blang Kejeren dan Simpang Tiga Redelong. Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati kawasan dengan pemandangan yang sangat indah. Dahulu, daerah Gayo merupakan daerah terpencil sebelum pembangunan jalan dilakukan di daerah tersebut.

 

Kabupaten Aceh Tengah memiliki 14 kecamatan, diantaranya:

  1. Kecamatan Atu Lintang
  2. Kecamatan Bebesen
  3. Kecamatan Bies
  4. Kecamatan Bintang
  5. Kecamatan Celala
  6. Kecamatan Jagong Jeget
  7. Kecamatan Kebayakan
  8. Kecamatan Ketol
  9. Kecamatan Kute Panang
  10. Kecamatan Linge
  11. Kecamatan Laut Tawar
  12. Kecamatan Pengasing
  13. Kecamatan Rusip Antara
  14. Kecamatan Silih Nara

 

Batas Wilayah

 

Kabupaten Aceh Tengah berbatasan dengan Kabupaten Bener Meriah san Kabupaten Bireuen di bagian Utara, dengan Kabupaten Aceh Timur di bagian timur, dengan Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Nagan Raya di bagian selatan, dan dengan Kabupaten Pidie dan Nagan Raya di bagian barat.

 

Demografi

 

Sebagian besar Kabupaten Aceh Tengah berasal dari suku Gayo. Selain itu, ada suku lain seperti Suku Aceh, Suku Jawa, Suku Minangkabau, Suku Batak, dan Suku Tionghoa. 99% penduduk Aceh Tengah beragama Islam.

 

Secara umum, masyarakat Gayo dikenal sangat menentang segala bentuk penjajahan. Daerah ini dulunya dikenal sebagai daerah yang menentang keras pemerintahan kolonial Belanda. Masyarakat Gayo adalah penganut Islam yang kuat. Masyarakat Gayo banyak yang memelihara kerbau, sehingga ada yang mengatakan kalau melihat banyak kerbau di Aceh, maka orang itu sedang berada di Gayo.

 

Potensi Pendidikan

 

Terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kabupaten Aceh Tengah, diantaranya:

  • Sekolah Tinggi Agama Negeri Gajah Putih Takengon
  • Universitas Gajah Putih Takengon
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHMAD)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kependidikan¬† Muhammadiyah
  • Perguruan tinggi Al-wasliyah.

 

Potensi Pertanian dan Perkebunan

 

Sebagian besar masyarakat di Aceh Tengah bekerja sebagai petani. Kabupaten Aceh Tengah menghasilkan salah satu jenis kopi arabika terbaik di dunia, dengan luas lahan mencapai 48.300 hektar dan rata-rata produksi 720 kilogram per hektar. Selain kopi, komoditas penting lainnya adalah tebu dengan luas 8.000 hektare, kakao seluas 2.322 hektare, serta sayuran dan palawija.

 

Pariwisata, Adat, dan Budaya di Kabupaten Aceh Tengah

 

Beberapa tempat wisata di Kabupaten Aceh Tengah antara lain:

  • Danau Laut Tawar
  • Pantan Terong ( atraksi pemandangan)
  • Taman Buru Linge Isak (berburu)
  • Gua Loyang Koro
  • Loyang Pukes
  • Loyang Datu
  • Burni Klieten (hiking)
  • Gayo Waterpark ( wahana wisata keluarga)
  • Krueng Peusangan arum jeram.

 

Didong adalah salah satu kesenian asli yang lahir dari dataran tinggi ini. Sekelompok orang duduk bersila dalam lingkaran. Satu ceh akan mendendangkan syair syair dalam bahasa Gayo, dan anggota lainnya mengiringi dengan bertepuk tangan dan tepukan bantal kecil dalam ritme yang harmonis.

 

Masyarakat Aceh Tengah memiliki tradisi tahunan saat perayaan proklamasi Indonesia yaitu pacuan kuda tradisional. Keunikan dari pacuan kuda tradisional ini adalah jokinya yang masih muda, yaitu berumur 10-16 tahun. Selain itu, joki tidak akan menggunakan sadel. Mulai tahun 2011, Pacuan kuda diadakan dua kali dalam setahun, yaitu untuk memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus dan untuk memperingati hari ulang tahun kota Takengon pada tanggal 17 Februari setiap tahunnya.

You May Also Like