Logo Kabupaten Aceh Barat dan Biografi Lengkap

Logo Kabupaten Aceh Barat

 

Kabupaten Aceh Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum pemekaran, Aceh Barat memiliki luas wilayah 10.097,04 km² atau 1.010.466 hektar dan merupakan bagian dari pantai barat dan selatan Sumatra yang membentang dari barat ke timur mulai dari kaki Gunung Geurutee (perbatasan dengan Aceh Besar) sampai ke sisi Krueng Seumayam (perbatasan Aceh Selatan) dengan panjang garis pantai sejauh 250 km². Luas wilayah ini setelah dimekarkan adalah 2.927,95 km² dan memiliki penduduk sebanyak 198.736 jiwa.

 

Geografi

 

Luas wilayah Aceh Barat sebelum pemekaran adalah 10.097,04 km² atau 1.010.466 hektar, secara astronomis terletak pada 2°00′-5°16′ Lintang Utara dan 95°10′ Bujur Timur, dan merupakan bagian dari wilayah pantai barat dan selatan kepulauan Sumatra yang membentang dari barat ke timur mulai dari kaki Gunung Geurutee (perbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar) hingga ke sisi Krueng Seumayam (perbatasan dengan Aceh Selatan) yang memiliki garis pantai sepanjang 250 km.

 

Batas Wilayah

 

Setelah dilakukan pemekaran, letak geografis wilayah Aceh Barat secara astronomis terletak pada 04°61′-04°47′ Lintang Utara dan 95°00′-86°30′ Bujur Timur, dengan luas wilayah 2.927,95 km², dan perbatasan sebagai berikut:

  • Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Pidie di sebelah utara
  • Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya di sebelah timur
  • Samudra Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya di sebelah selatan
  • Samudera indonesia di bagian barat

 

Program Strategis Pembangunan Daerah

 

Pembangunan wilayah Aceh Barat meliputi semua kegiatan pembangunan di semua wilayah dan sektor yang dikelola oleh pemerintah bersama masyarakat. Pembangunan menitikberatkan pada bidang ekonomi kerakyatan dengan meningkatkan dan memperluas pertanian dalam arti luas sebagai penggerak utama pembangunan yang terintegrasi dengan pembangunan bidang lain dalam satu kebijakan pembangunan. Maka ditetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan  pelaksanaan Syariat Islam, peran ulama dan adat istiadat.
  2. Pengembangan sumber daya manusia.
  3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  4. Meningkatkan aksesibilitas lokal.
  5. Meningkatkan pendapatan daerah.

 

Arti Lambang Kabupaten Aceh Barat

 

Lambang daerah Aceh Barat ditetapkan berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Aceh Barat No.12 Tahun 1976 tanggal 26 November tentang Lambang Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Barat dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Pem./ 10/32 /46-263 pada tanggal 17 Mei 1976, serta telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Tingkat II Aceh Barat Nomor 10 Tahun 1980 tanggal 3 Januari 1980.

 

Lambang Kabupaten Aceh Barat memiliki perisai berbentuk kubah masjid yang berisi lukisan lukisan dengan bentuk, warna dan ukuran tertentu, dengan maksud dan arti sebagai berikut:

 

  • Perisai berbentuk kubah masjid, melambangkan ketahanan Nasional dan kerukunan yang dijiwai oleh semangat keagamaan;
  • Bintang persegi lima, melambangkan falsafah negara, Pancasila;
  • Kupiah Meukeutop, melambangkan kepemimpinan;
  • Dua tangkai kiri dan kanan yang mengapit Kupiah Meukeutop terdiri dari kapas, padi, kelapa dan cengkeh, melambangkan kesuburan dan kemakmuran daerah;
  • Rencong, melambangkan jiwa patriotik/kepahlawanan rakyat;
  • Kitab dan kalam, melambangkan ilmu pengetahuan dan peradaban;
  • Tulisan “Aceh Barat” berarti semua unsur di atas berada di Kabupaten Aceh Barat.

 

Lambang daerah ini digunakan sebagai merek dari instansi pemerintah dan;

 

  • Sebagai penanda perbatasan wilayah Aceh Barat dengan Kabupaten lainnya.
  • Sebagai stempel atau cap jabatan dinas.
  • Sebagai tanda pengenal yang digunakan oleh pegawai pemerintah di wilayah Aceh Barat yang sedang menjalankan tugasnya.
  • Sebagai panji atau bendera yang digunakan oleh suatu rombongan yang mewakili atau atas nama Pemerintah Aceh Barat dan dapat digunakan di tempat-tempat seperti upacara resmi dan pintu gerbang.

 

Lambang Daerah Aceh Barat ini dilarang digunakan apabila bertentangan dengan Perda Nomor 12 Tahun 1976, dan bagi siapa saja yang melanggar dapat dikenakan hukuman selama-lamanya 1 bulan atau denda setinggi tingginya Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

 

Tempat Pariwisata di Kabupaten Aceh Barat

 

Beberapa tempat wisata populer yang sering dikunjungi di Kabupaten Aceh Barat diantaranya:

  • Pantai Lhok Bubon
  • Danau Geunang Geudong
  • Pantai Suak Ribee
  • Tugu Kupiah Teuku Umar
  • Masjid Agung Baitul Makmur
  • Air Terjun Pungkie
  • Air Terjun 7 Tingkat

You May Also Like