Bahaya Menyusui Anak ketika Sedang Menangis

Tips Perawatan Diri bagi Ibu Menyusui - Alodokter

Bahaya Menyusui Anak ketika Sedang Menangis – Halo sobat e-pub, Suara tangisan yang di keluarkan oleh bayi bisa menjadi indikasi sejumlah hal yang sedang mereka alami. Salah satunya adalah saat bayi lapar dan membutuhkan Air Susu Ibu (ASI).

Menurut saran dokter spesialis anak, konsultan nutrisi dan penyakit metabolik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RS Dr. Cipto Mangunkusumo Prof. Damayanti, R. Sjarif, Sp.A K, bayi yang menangis sebaiknya tidak segera di susui atau langsung di beri ASI.

“Bayi yang menangis jangan langsung di susui. Kita harus menenangkannya terlebih dulu. (Kalau anak masih menangis dan langsung di susui) kemungkin bisa tersedak . Setelah itu kita lihat apakah dia lapar, baru kita beri ASI, “jelasnya.

Prof. Damayanti yang menjabat sebagai Ketua Satgas Stunting IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia ini mengatakan, ibu sangat perlu memperhatikan saat bayinya lapar dan membutuhkan ASI. Selanjutnya, setiap bayi akan memiliki jadwal menyusuinya sendiri.

“Nanti bayinya punya jadwal sendiri-sendiri, jadi ibu harus memperhatikan. Jangan menunggu bayi teriak dan teriak kelaparan. Jadi, setiap bayi punya jadwalnya sendiri-sendiri,” ujarnya.

Pentingnya Memperhatikan Perubahan Berat Badan Anak

Saat menyusui, ibu juga harus memperhatikan apakah ada kondisi penurunan berat badan, yaitu kenaikan berat badan bayi tidak mencukupi atau kurang dari rata-rata kenaikan berat badan minimum setiap bulan.

Jika kondisi ini terdeteksi, sebaiknya ibu segera memperbaiki cara menyusui sambil berkonsultasi dengan dokter. Setelah itu, evaluasi akan di lakukan selama 1-2 minggu. Jika tidak membaik, anak harus di rujuk mengingat kemungkinan menderita penyakit tertentu, termasuk infeksi.

“Jika beban goyah di biarkan begitu saja, maka akan kerdil,” kata prof. Damayanti.

Berbicara tentang asupan gizi, terutama untuk anak di bawah usia 2 tahun yang umumnya masih mengonsumsi ASI, protein hewani misalnya dari sumber telur, ikan dan ayam, maka lemak dan karbohidrat itu penting.

Komposisi ASI dan komposisi otak persis 60% lemak. Jadi jangan memberi makan makanan yang tidak mengandung lemak. ASI mendapat 60% lemak. Di sebut makanan bayi asalkan otaknya tidak tumbuh 80 .% lebih dari 2 tahun itu

komposisi ASI. Karena itu harus ada 60% lemak, 10-15% protein dan karbohidrat,” kata prof. Damayanti menjelaskan.Buah-buahan dan sayuran juga tidak berkontribusi pada pembentukan otak, tetapi harus di bawa setelah anak berusia 2 tahun. Sambil mengurangi jumlah asupan lemak.

“Jadi setelah (umur 2 tahun) nanti lemaknya berkurang, di kasih buah dan sayur. Tapi bukannya di kasih buah selama 3 tahun dan dia mau, sebaiknya di bawa masuk. Porsinya juga kecil-kecil, bukan bagian untuknya. di remehkan orang dewasa, ”katanya.

Nah, itulah penjelasan dari dokter sepesialis anak mengenai Bahaya Menyusui Anak ketika Sedang Menangis. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan terutama bagi ibu yang sedang menyusui anaknya atau menambah pengetahuan bagi para calon ibu.

Nantikan ulasan menarik lainnya. terima kasih dan semoga bermanfaat.

You May Also Like