Apa Itu Non-Fungible Token atau NFT, Cara Kerja, Keunggulan, dan Contoh Penerapan NFT

Non-Fungible Token atau NFT adalah adalah sertifikat keaslian yang unik pada blockchain yang biasanya dikeluarkan oleh pencipta aset.

Istilah ‘fungible’ berarti jika kita menukar atau memperdagangkan dengan bitcoin lain, maka kita akan memiliki hal yang sepadan atau sama persis. Sementara istilah ‘non fungible’ kebalikannya, kita akan mendapatkan sesuatu yang sama sekali berbeda.

NFT juga sering dianggap sebagai milik pribadi yang tidak berwujud, karena bentuknya aset digital.

Apa Itu NFT?

Berdasarkan penjelasan di buku “NFT & Metaverse: Blockchain, Dunia Virtual, & Regulasi”, pengertian NFT adalah aset dengan metadata unik yang dilampirkan pada token. Toke tersebut bisa digunakan untuk koleksi digital, pemungutan suara, atau bentuk lain dari aplikasi tata kelola dan dalam permainan, begitu seperti dikutip dari buku bertajuk ‘Panduan NFT untuk Pemula 2022’ oleh Eagle Oseven.

NFT juga bisa diartikan sebagai aset computerized yang merepresentasikan beragam barang berwujud maupaun tak berwujud yang dianggap unik. Sama halnya dengan instrumen investasi atau aset pada umumnya, NTF juga memiliki nilai lewat mekanisme pasar. Advertisement Faktor penggerak harga NFT dipengaruhi dari tingkat permintaan dan penawaran NFT tersebut.

Perlu diketahui bahwa NFT sudah ada sejah 2012 lalu, namun pada saat itu istilah ini belum sepopuler sekarang. Kehadiran NFT semakin terkenal setelah adanya NFT Cryptopunks dan permainan Cryptokitties. Selain itu, keterlibatan para seniman digital juga turut membuat istilah ini semakin naik daun.

Cara Kerja NFT

Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Kerja Non-Fungible Token atau NFT

Sejatinya, NFT adalah bagian dari blockchain. Maka dari itu, pembeli NFT nantinya bisa memverifikasi bahwa ia merupakan pemilik tunggal dari aset yang ia beli.

Setelah dibayarkan, tidak ada yang dapat membatalkan hak kepemilikan atas NFT yang dipegang oleh pembeli.

NFT juga merupakan aset digital yang tidak dapat direproduksi secara berulang. NFT yang dimiliki pembeli sifatnya  unik dan bisa dibuktikan melalui bukti pembelian dalam blockchain dengan mata uang kripto.

Contohnya, sebuah tweet dari CEO Twitter, Jack Dorsey, dilelang sebagai NFT dan laku dengan harga sebesar 2,9 juta dolar AS.

Nah, siapa pun memang bisa screen shot dan memiliki cuitan tersebut. Namun, hanya Jack Dorsey dan pembeli NFT lah yang dapat menjualnya.

Lalu, agar bisa diperjualbelikan, NFT harus melalui sproses minting NFT.

Apa itu proses minting NFT? Ia merupakan proses pengubahan file digital menjadi koleksi kripto atau aset dalam blockchain, seperti diungkapkan oleh Ethereum.

Proses tersebut memerlukan marketplace sebagai pihak ketiga atau agen minting, seperti OpenSea, MakersPlace, Mintable, atau Theta Drop.

Keunggulan NFT

Siapa bilang kalau non-fungible token bukanlah sesuatu yang bernilai? Meski tidak memiliki nilai tukar, tetapi NFT bisa dijadikan sebagai investasi, terutama bagi mereka yang menyukai kripto. Agar semakin yakin bahwa NFT bukanlah sesuatu yang sia-sia, terlebih dengan keberhasilan orang-orang yang menjual aset mereka dengan harga yang sangat tinggi, mengapa tidak mencari tahu apa saja keunggulan NFT.

Ada beberapa kelebihan atau keunggulan non-fungible token yang juga menjadi alasan kenapa sekarang semakin banyak orang mulai bermain non-fungible token dengan menawarkan aset yang unik, seperti:

1. Langka dan Tidak Bisa Dipalsukan

Salah satu kelebihan NFT adalah langka dan tidak bisa dipalsukan. Pencipta dan pemilik asal aset NFT juga bisa dengan mudah dilacak sehingga bisa dijadikan sebagai aset invest yang bernilai tinggi di masa mendatang. Seniman atau pembuat NFT bisa mendapatkan royalti tanpa khawatir karyanya ditiru oleh pihak lain karena bukti kepemilikan tersimpan dalam blockchain.

2. Nilainya Tinggi dan Mudah Dijual Kembali

Nilai NFT tinggi terlebih jika banyak orang atau investor yang bersedia membeli aset NFT dengan harga yang fantastis. Saat menjual aset NFT, kamu bisa menawarkannya secara lelang di mana setiap calon pembeli akan memberikan bid harga yang dirasa layak untuk mendapatkan aset tersebut.

Selain nilainya yang tinggi, non-fungible token atau NFT juga mudah dijual kembali. Setiap pemilik aset NFT bisa kembali menjual aset mereka kepada mereka yang tertarik untuk memiliki NFT tersebut.

3. Tidak Bisa Dibatalkan Hak Kepemilikannya

Blockchain telah menyimpan bukti kepemilikan aset digital NFT jadi tidak ada yang bisa membatalkannya. Itulah kenapa kepemilikan NFT tidak bisa dibatalkan meski aset tersebut sudah beberapa kali berpindah tangan dengan semakin seringnya aset tersebut diperjualbelikan. Ini adalah kelebihan lain dari non-fungible token (NFT).

4. Hak Cipta Hanya Bisa Dipegang dan Dikelola Oleh Pembeli

Setelah NFT menjadi milik pembeli, ia akan menjadi satu-satunya orang atau pihak yang akan memegang hak cipta dari aset tersebut. Dengan begitu, pemilik aset tersebut tidak perlu khawatir ada orang yang mengklaim bahwa aset tersebut adalah milik mereka.

5. Keamanan Terhadap Aset Sangat Tinggi

NFT adalah karya seni digital yang menggunakan teknologi blockchain seperti mata uang digital. Teknologi yang digunakan pada NFT adalah milik Ethereum sehingga keamanannya sangat tinggi. Dengan menggunakan teknologi blockchain, setiap orang bisa melacak konde unik NFT yang dimiliki. Alhasil, kita bisa melihat riwayat kepemilikan aset digital ini dengan mudah mulai dari penerbit awal, pembeli pertama hingga pemilik aset NFT terbaru.

Beberapa NFT Termahal di Dunia

Berbicara tentang NFT termahal, kamu mungkin sudah tidak asing dengan nama Ghozali, warga Indonesia yang berhasil menjual aset NFT yang berupa foto selfie seharga miliaran rupiah. Mungkin NFT Ghozali adalah NFT termahal yang pernah kamu tahu. Namun, ternyata adaa set digital yang bernilai fantastis sehingga masuk dalam kategori NFT termahal di dunia.

Berikut adalah ulasan dari beberapa NFT termahal yang pernah di jual di dunia:

1. The Merge

The merge di jual pada 2 Desember tahun lalu dengan hampir 30 ribu kolektor yang totalnya mencapai hampir $100 juta. Ini tentunya membuat aset NFT tersebut dikategorikan sebagai NFT termahal di dunia. Pembuat NFT dikenal sebagai jawara di dunia non-fingle token yang hasil karya seninya selalu ikonik.

2. Everydays: the First 5000 Days

Selain the merge, ada everydays: the First 5000 Days masuk dalam kategori NFT termahal kedua. Aset tersebut adalah kolase gambar dari lima ribu karya seni yang dibuat oleh Beeple yang mulai ia buat dari tahun 2007 NFT tersebut dibeli oleh investor kripto asal Singapura pada tanggal 11 Maret 2021. NFT ini terjual melalui lelang Christie’s dengan harga mencapai $69,3 juta. Jika dirupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp 991 miliar. Sebuah harga yang fantastis, bukan?

3. Human One

Berbeda dari NFT sebelumnya yang berupa kolase gambar, human one merupakan NFT potret bergerak yang menggambarkan manusia pertama di dunia. Aset NFT ini juga dibuat oleh orang yang sama yaitu Beeple atau Mike Winkleman. Berhasil dijual pada 9 November 2021, human one masuk dalam kategori NFT termahal di dunia dengan harga $28,9 atau sekitar Rp 426 miliar.

Selain ketiga NFT di atas, masih ada aset non-fungible token lain yang juga terjual dengan harga tinggi seperti CryptoPunk #7523 dengan harga $ 11,75 juta (Rp 168 miliar), CryptoPunk #3100 dengan harga $7,8 juta (Rp 109 miliar), CryptoPunk #7804 dengan harga $7,6 juta (Rp 108 miliar lebih), dan masih banyak lagi.

Setelah booming di berbagai kalangan, kini semakin banyak orang yang tahu apa itu NFT token dan kenapa banyak investor yang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memiliki karya seni digital tersebut.

Kemajuan teknologi membuka peluang bagi semua orang untuk mewujudkan mimpi serta mendapatkan keuntungan termasuk dari aset digital yang diperdagangkan seperti non-fungible token. Semoga informasi ini bermanfaat! Kamu bisa selalu mengakses Qoala blog untuk mengetahui peluang investasi yang menguntungkan di masa mendatang, termasuk NFT.

Contoh Penerapan NFT

Non-Fungible Token atau NFT

Seperti yang sudah di paparkan, NFT adalah aset digital berbasis blockchain yang dapat mewakili objek tertentu, seperti lukisan dan properti lainnya.

Mereka dianggap sebagai salah satu metode terbaik untuk membeli dan menjual aset digital. Sebab, NFT menyediakan sertifikasi kepemilikan yang hanya bisa diakses pembeli dan penjual.

Nah, berdasarkan hal tersebut, NFT sudah diterapkan dalam banyak industri, mulai dari sektor bisnis hingga kesenian.

Berikut kami kurasikan beberapa contoh penerapannya untukmu.

1. NFT dalam sektor kesenian

Seperti yang sudah banyak diketahui, NFT adalah salah satu teknologi mutakhir yang kini sedang booming di dunia kesenian.

Hal ini berlaku karena arakteristik dan keunikannya telah mengevaluasi kembali sektor seni digital.

NFT sendiri menawarkan keamanan untuk karya yang akan dipublikasikan secara online.

Bagi kamu yang belum tahu, konten yang disebar luaskan secara online biasanya dapat diklaim dengan mudah dan bisa menimbulkan kerugian bagi pembuatnya.

Teknologi blockchain dalam NFT memberikan jaminan bagi seniman atas kepemilikan karyanya. Ia menjadi cara bagi seniman digital yang selama ini berkutat dengan bahaya plagiarisme dan pencurian kreatif.

Sistem smart contract yang ada dalam teknologi NFT juga memungkinkan seniman untuk melihat dan mencatat persentase royalti setiap kali karyanya berpindah tangan.

2. NFT dalam sektor bisnis

Sektor berikutnya yang sedang menerapkan NFT secara saksama adalah industri bisnis.

Di dalamnya, NFT sering digunakan sebagai penghubung antara aset fisik, seperti bukti kepemilikan tanah atau properti lainnya.

Akta kepemilikan fisik yang dapat disimpan dianggap lebih aman dalam blockchain dengan proses verifikasi yang singkat.

Pembeli juga tidak perlu khawatir akan bahaya sertifikat berharga hilang atau dicuri orang lain. Pasalnya, data kepemilikan mereka sudah tercatat di dalam blockchain.

3. NFT dalam sektor hiburan

Contoh penerapan terakhir dari Non-Fungible Token atau NFT adalah dalam sektor hiburan, seperti gim, olahraga, dan barang-barang koleksi.

NFT kini membuka pasar untuk barang-barang koleksi yang dinilai memiliki potensi besar.

Beberapa barang koleksi yang paling populer adalah cuplikan-cuplikan pertandingan dari NBA Top Shot, kucing virtual dari CryptoKitties, dan avatar-avatar unik dari CryptoPunks.

Ketiga collectible items tersebut mempunyai nilai yang diprediksi bisa mencapai angka jutaan dolar.

Pasar gaming yang berbasis NFT dan blockchain juga menjadi salah satu sektor paling menjanjikan dalam dunia kripto.

Gim NFT yang sangat terkenal adalah CryptoKitties dan Axie Infinity.

Cryptokitties mengharuskan kamu untuk mengumpulkan, memelihara, dan membiakkan kucing digital yang unik.

Di sisi lain, dalam Axie Infinity, pemain harus mengumpulkan hewan peliharaan digital berbasis NFT yang disebut Axies dengan tujuan melawan pemain lain.

Kebanyakan gim NFT menggunakan skema pay-to-earn, di mana pemain bisa mendapatkan token dengan memainkan gim tersebut secara aktif.

 

You May Also Like